Selly Andriany Gantina, anggota DPR RI komisi VIII, pantau langsung penyaluran Bansos yang dikelola kementrian Sosial.

Indramayu, Ketua Rombongan Kerja Komisi VIII DPR RI, Hj Selly Andriany Gantina AMd , turut serta melakukan kunjungan kerja ke kabupaten Indramayu, bersama dengan Mentri Sosial Tri Rismaharini,selasa, 23 /11/2021.

Dalam pesanya, Selly Andriani Gantini,selaku ketua Rombongan Komisi VIII DPR RI, menyampaikan, kunjungan kerja yang dilakukan pihaknya bersama Menteri Sosial, Tri Rismaharini ke Kabupaten Indramayu dalam rangka memastikan program Kementerian Sosial (Kemensos) tersalurkan dengan baik, tepat sasaran, dan tepat manfaat.

“Kami berterimakasih sudah dilibatkan menjadi bagian dalam pengusulan, penyaluran, dan pengawasan yang tidak terpisahkan untuk program dari Kementerian Sosial,” ungkap Selly, di Pendopo Indramayu, Selasa (23/11/2021).

Politisi PDI Perjuangan itu menilai, Kabupaten Indramayu sudah saatnya melakukan percepatan pembangunan. Tidak hanya di sektor infrastruktur, melainkan juga Sumber Daya Manusia (SDM) yang harus terus ditingkatkan.

Sebelum acara dimulai, Selly mengaku berbisik-bisik dengan Menteri Sosial, Tri Rismaharini terkait beberapa persoalan sosial yang terjadi di Indramayu.

Seperti, Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) yang tergolong rendah di Jawa Barat, tingkat perceraian terbilang tinggi, kasus human trafficking yang tidak sedikit, termasuk tingginya jumlah buruh migran yang ke luar Negeri dari Kota Mangga tersebut.

“Persoalan ini menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi kita semua, untuk bagaimana stigma-stigma yang tertuju ke Indramayu terkikis dan hilang. Sehingga Indramayu jauh lebih maju lagi,” tuturnya.

Di sisi lain, Selly juga bersyukur ada puluhan masyarakat penerima program bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) yang dalam waktu dekat akan mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial tersebut.

Namun demikian, di hadapan Menteri Sosial Tri Rismaharini, Selly menilai perlu agar anggaran untuk bantuan RTLH maupun persoalan sosial lainnya ditingkatkan. Tapi, mantan wakil bupati Cirebon itu mengingatkan, perlu pula menurunkan jumlah penerima bantuannya.

“Dengan mengurangi jumlah penerima. Artinya, kalau jumlah penerimanya menurun, kesejahteraan masyarakat perlahan meningkat. Kalau jumlah penerimanya meningkat, berarti tidak meningkat kesejahteraannya,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, selain penyaluran bantuan RTLH, disalurkan juga bantuan alat bantu bagi disabilitas, atensi anak yatim, bantuan aksesibilitas, bantuan kebutuhan dasar, bantuan kewirausahaan, dan rumah sederhana-rumah tidak layak huni. Total ada 1.200 KPM dengan nilai bantuan Rp7 miliar.

Para penerima bantuan merupakan warga Indramayu. Mereka mengusulkan bantuan tersebut melalui aspirasi yang disampaikan kepada Selly sebagai wakil rakyat dari Dapil VIII Jawa Barat yang meliputi Cirebon dan Indramayu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *