Dinkes Kabupaten Indramayu Ajak Masyarakat Terapkan Germas

CINDE FM Indramayu – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menerapkan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas). Penerapan Germas sejalan dengan Inpres Nomor 1/2017 tentang Germas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, dr Wawan Ridwan melalui Sub Koordinator Promkes dan PM, Etin Suprihatin mengatakan pengertian Germas adalah suatu tindakan yang sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup sehat.

Sementara tujuannya adalah agar masyarakat berperilaku sehat sehingga diharapkan berdampak pada berkurangnya terjadinya penyakit tidak menular (PTM), berkurangnya biaya perawatan yang harus ditangung fasilitas pelayanan kesehatan baik milik pemerintah maupun swasta, berkurangnya beban biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk merawat orang sakit dan jika sehat, produkstifitas masyarakat meningkat.

Untuk mendukung penerapan Germas sambungnya, setidaknya ada 3 poin yang harus dilaksanakan masyarakat yakni, tidak merokok, melakukan atifitas fisik dan mengecek kesehatan secara rutin dan perbanyak makan sayur dan buah.

Etin Suprihatin menegaskan stop merokok. Sebab dalam rokok tersebut terkandung lebih dari 4.000 jenis bahan kimia berbahaya bagi kesehatan, mulai dari nikotin maupun zat lainnya yang bisa menyebabkan kanker dan zat beracun bagi tubuh lainnya.

Menurutnya, untuk membatasi perokok Pemkab Indramayu menerbitkan Perda Nomor 8 tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Tujuannya untuk melindungi masyarakat dari paparan asap rokok orang lain.

“Kami dan para stakeholder gencar mengkampanyekan bahaya merokok dan membangun kesadaran untuk berhenti merokok,” kata Etin sapaan akrabnya.

Etin juga mengajak melakukan aktifitas fisik. Aktifitas fisik dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. “Lakukan paling sedikit 30 menit setiap hari,” ajaknya.

Dikatakan, kebiasaan aktifitas fisik (jalan kaki) masyarakat Indonesia masih di bawah angka rata-rata dunia. Rata-rata penduduk dunia 4.961 langkah. Sementara masyarakat Indonesia hanya 3.513 langkah. Hal lainnya kata dia, di Asean, Indonesia juga tergolong rendah dalam mengkonsumsi sayuran, hanya 33 kg/kapita/tahun. Tertinggi dipegang China 234 kg/kapita/tahun. Negara tetangga yakni Malaysia mencapai 55 kg/kapita/tahun.

Melihat gambaran itu, Etin mengajak agar masyarakat Indramayu memperbanyak mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari. Sajikan sayur dan buah dalam menu sehari-hari. Batasi makanan yang mengandung gula, garam, dan minyak, perbanyak air putih dan cuci tangan sebelum makan.

“Masyarakat Indramayu kurang mengkonsumsi sayur dan buah. Masyarakat masih cenderung mengkonsumsi karbohidrat. Kampanye perbanyak makan sayur dan buah terus digalakan. Intinya, dengan Germas masyarakat diharapkan gemar melakukan makan sayur dan buah setiap hari,” kata Etin.

Kemudian tambahnya memeriksa kesehatan setiap 6 bulan sekali, cek tekanan darah, kadar gula, kolesterol, tes darah, dan lainnya.

“Cek Immun dengan melakukan “CERDIK” cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktifitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup dan kelola stres,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *